Nyeri pada
payudara kerap menimbulkan kekhawatiran. Berbahayakah dan apa saja penyebabnya?
Nyeri pada
payudara atau mastalgia dapat terasa di bagian atas sebelah luar payudara dan
menjalar hingga ketiak dan lengan. Tak perlu khawatir berlebihan ketika
mengalami nyeri pada payudara, karena hal ini tidak meningkatkan risiko kanker
payudara. Selain itu, kanker payudara juga biasanya memiliki gejala lain, tidak
hanya berupa nyeri.
Penyebab Nyeri Pada
Payudara
Rasa nyeri
yang biasanya dikeluhkan adalah sakit yang menusuk atau terasa kencang pada
payudara. Nyeri semacam ini biasanya terasa hanya beberapa hari misalnya sebelum
atau selama haid, selama satu minggu atau lebih dalam satu bulan.
Ada beberapa
penyebab yang umumnya memicu nyeri pada payudara, di antaranya:
1. Siklus
Menstruasi.
Umumnya nyeri
pada payudara terkait siklus menstruasi dirasakan tiga hari sebelum menstruasi
dan akan membaik setelah menstruasi selesai, meski intensitas rasa nyeri dapat
beragam tiap bulannya. Nyeri jenis ini disebut nyeri payudara siklik.
2. Mastitis.
Umumnya
Mastitis dialami wanita yang sedang menyusui yang menyebabkan payudara terasa
sakit dan bengkak akibat peradangan.
3. Benjolan
Pada Payudara.
Benjolan
payudara yang bersifat jinak (non- kanker) dapat timbul sehingga memicu rasa
nyeri.
4. Abses Pada
payudara.
Yaitu
terbentuknya kumpulan nanah di dalam payudara.
5. Cedera Bagian Tubuh Lain
Nyeri pada
payudara dapat diakibatkan oleh cedera dari bagian tubuh lain seperti cedera otot di sekitar dada.
6. Obat-obatan
Beberapa
jenis obat antijamur, antidepresan atau antipsikotik kemungkinan menyebabkan
rasa sakit atau nyeri pada payudara
7. Ukuran
Payudara.
Wanita dengan
ukuran payudara besar mungkin mengalami nyeri pada payudara, dan nyeri bisa
sampai ke leher, bahu dan punggung.
8. Ketidakseimbangan
Asam Lemak.
Kemungkinan
dapat memengaruhi sensitivitas jaringan payudara hingga sirkulasi hormon.
9. Operasi
Payudara.
Rasa nyeri
setelah operasi payudara dapat dirasakan lebih lama pada sebagian wanita.
Cara Mengatasi Berbagai Penyebab Nyeri Pada Payudara
Sekitar 30
persen wanita mengalami perbaikan nyeri payudara siklik setelah tiga siklus
haid dan tanpa pengobatan apapun. Tapi memang, nyeri ini bisa kambuh kembali.
Ada beberapa
hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan rasa nyeri pada payudara tanpa
obat-obatan, antara lain menggunakan bra yang sesuai, mengurangi makanan yang
mengandung lemak jenuh, mengurangi asupan kafein dan berhenti merokok. Anda
juga dapat menggunakan kompres air hangat ataupun dingin.
Jika
diperlukan, Anda dapat mengonsumsi parasetamol, ibuprofen, atau aspirin untuk
membantu meringankan nyeri. Namun, bagi wanita di bawah usia 20 tahun,
sebaiknya hindari konsumsi aspirin karena dapat meningkatkan risiko Reye’s
syndrome. Ketika mengonsumsi obat, perhatikan label kemasan untuk dosis dan
cara penggunaannya.
Jika Anda
tengah hamil atau sedang merencanakan kehamilan, konsultasikan terlebih dahulu
dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan .
Nyeri pada
payudara yang parah atau berlangsung terus menerus hingga lebih dari tiga
minggu, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
Waspada Kondisi Khusus Penyebab Nyeri Pada Payudara
Meski nyeri
pada payudara umumnya tidak berbahaya, namun ada beberapa kondisi khusus yang
membuat Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter, seperti :
# Perubahan
bentuk atau ukuran payudara
# Keluarnya cairan
yang diiringi darah dari puting payudara.
# Ruam di
sekitar puting atau perubahan bentuk puting
# Bengkak atau
benjolan disertai nyeri pada ketiak dan tidak sesuai dengan datangnya
siklus
haid
# Tampak
dimpling atau permukaan payudara yang nampak seperti ditarik dari dalam
jaringan payudara
# Gejala
infeksi seperti bengkak, kemerahan atau rasa panas payudara yang disertai atau
tidak.
Nyeri pada
payudara merupakan hal yang wajar terjadi, terutama menjelang siklus
menstruasi. Namun, waspadai rasa sakit yang diiringi dengan gejala lain ataupun
berlangsung lama. Segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.
Semoga Bermanfaat
