Fobia ketinggian atau Acrophobia Ketika liburan, tujuan wisata Anda adalah berkunjung ke sebuah menara yang sangat terkenal di sebuah kota. Teman-teman Anda asik bercanda ria membicarakan keindahan menara tersebut. Apabila dilihat dari puncak dan jarak yang sangat dekat, maka kota-kota di sekitarnya akan terlihat indah dan mengagumkan. Namun saat itu Anda hanya menonton dan gigit jari karena Anda takut berada di ketinggian. Apakah Anda pernah mengalami hal serupa dengan ilustrasi saya tersebut ?
Sesuatu hal yang wajar jika diatas ketinggian tertentu Anda merasa takut dan ngeri. Kebanyakan orang akan mengalami hal yang sama seperti Anda. Namun apa jadinya jika pada ketinggian beberapa meter saja dari permukaan tanah Anda sudah sangat bingung dan ketakutan ? Dari itu Anda perlu mewaspadainya, ketakutan Anda pada tempat yang tinggi tersebut dalam dunia ilmu psikologi masuk kategori Acrophobia.
Apa yang menjadi penyebab Fobia ketinggian atau Acrophobia ?
Hal-hal yang dapat menjadikan seseorang menderita Acrophobia adalah sebagai berikut :
- Trauma masa lalu. Kebanyakan orang yang takut pada ketinggian adalah karena pernah mengalami kejadian masa lalu yang kurang menyenangkan. Misalnya pernah jatuh dari genteng dan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat dan sulit dilupakan.
- Keyakinan yang salah. Keyakinan yang salah terjadi pada orang yang menganggap bahwa di setiap tempat yang tinggi penuh dengan bahaya. Padahal keyakinan tersebut tidaklah benar. Berada dimanapun bahkan ditempat yang rendah sekalipun jika tidak berhati-hati juga akan mengundang bahaya.
- Pola asuh. Penderita takut ketinggian bisa jadi saat dia kecil ia menerima pola asuh yang tidak benar. Para orangtua atau para pengasuh mungkin menakut-nakutinya tentang tempat yang tinggi. Padahal tujuannya adalah agar anak tidak bermain-main di tempat tinggi yang dapat membahayakan keselamatannya. Namun ternyata jika salah cara penyampaian justru akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak di kemudian hari.
Apa saja gejala yang ditimbulkan dari Fobia ketinggian atau Acrophobia ini ?
1. Kepanikan yang luar biasa.
2. Sesak nafas.
3. Mata berkunang-kunang.
4. Mual.
5. Pada penderita yang akut dapat mengalami pingsan.
2. Sesak nafas.
3. Mata berkunang-kunang.
4. Mual.
5. Pada penderita yang akut dapat mengalami pingsan.
Bagaimana cara mengobati Fobia ketinggian atau Acrophobia ?
Takut berlebihan pada tempat yang tinggi tentu saja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa orang juga mengalami masalah ditempat kerjanya dimana mereka tidak bisa bekerja di lantai yang lebih tinggi. Sehingga menghambat kesempatan kerja yang baik. Selain itu mereka juga cemas dengan hal-hal kecil, seperti takut saat berjalan diatas jembatan. Padahal ketinggian jembatan tersebut hanya beberapa meter saja dari permukaan tanah.
Seringkali orang yang menderita ketakutan yang berlebihan pada tempat yang tinggi ini mencoba untuk hidup dengan itu dan jarang mencari pengobatan. Bahkan mereka lebih memilih menghindari pemicu rasa takut tersebut. Padahal sebenarnya Acrophobia dapat disembuhkan dengan mudah asalkan ada keinginan untuk sembuh dan Anda menemukan tehnik yang tepat.
Sangat penting sekali bagi penderita takut berlebihan pada tempat yang tinggi ini untuk mencari bantuan dengan terapi segera. Sehingga kondisi emosinya dapat dikontrol dengan baik saat bertemu dengan obyek yang ditakuti tersebut.
Rasa takut yang berlebihan terhadap ketinggian, atau disebut juga akrofobia, diperkirakan mempengaruhi 5 persen dari populasi umum. Walaupun hampir setiap orang mengalami kecemasan pada tingkatan tertentu saat membayangkan jatuh dari jarak yang sangat jauh dan berbahaya, rasa takut tersebut terasa sangat mengerikan bagi sebagian orang. Jika rasa takut Anda terhadap ketinggian sangat berlebihan hingga mempengaruhi prestasi Anda di sekolah atau tempat kerja, ataupun menghambat diri Anda untuk menikmati kegiatan sehari-hari, Anda mungkin menderita akrofobia. Pelajari mengenai akrofobia dan cara-cara efektif untuk mengatasi rasa takut Anda di bawah ini.
Metode Penanganan Fobia ketinggian atau Acrophobia
Memahami Rasa Takut Anda dan Berkemampuan menghadapinya
Temukan pemicu pasti dari rasa takut Anda serta tingkatan rasa takut tersebut. Anda mungkin memerlukan penanganan khusus untuk fobia ketimbang hanya dirawat untuk jenis gangguan kecemasan lainnya, karena Anda mungkin dapat merasakan stres berlebihan hanya dari memikirkan berada pada ketinggian tertentu. Anda mungkin juga mengalami perubahan fisiologis, seperti meningkatnya detak jantung dan tekanan darah serta semakin banyaknya keringat. Jika begitu, Anda mungkin memerlukan penanganan khusus untuk fobia ketimbang hanya dirawat untuk jenis gangguan kecemasan lainnya. Jika rasa takut Anda terhadap ketinggian tidak separah ini, Anda mungkin dapat berusaha meredakan rasa ketidaknyamanan yang Anda rasakan pada ketinggian tertentu dengan melakukan sedikit latihan. Di sisi lain, jika rasa ketidaknyamanan Anda sangat parah hingga Anda tidak bisa mengatasinya sendiri, Anda mungkin perlu beralih dengan mencoba terapi atau mengatasinya dengan obat.
Temukan pemicu pasti dari rasa takut Anda serta tingkatan rasa takut tersebut. Anda mungkin memerlukan penanganan khusus untuk fobia ketimbang hanya dirawat untuk jenis gangguan kecemasan lainnya, karena Anda mungkin dapat merasakan stres berlebihan hanya dari memikirkan berada pada ketinggian tertentu. Anda mungkin juga mengalami perubahan fisiologis, seperti meningkatnya detak jantung dan tekanan darah serta semakin banyaknya keringat. Jika begitu, Anda mungkin memerlukan penanganan khusus untuk fobia ketimbang hanya dirawat untuk jenis gangguan kecemasan lainnya. Jika rasa takut Anda terhadap ketinggian tidak separah ini, Anda mungkin dapat berusaha meredakan rasa ketidaknyamanan yang Anda rasakan pada ketinggian tertentu dengan melakukan sedikit latihan. Di sisi lain, jika rasa ketidaknyamanan Anda sangat parah hingga Anda tidak bisa mengatasinya sendiri, Anda mungkin perlu beralih dengan mencoba terapi atau mengatasinya dengan obat.
Sebagai contoh, pernahkah Anda menolak pekerjaan karena lokasinya berada pada lantai tertentu, atau melewatkan kesempatan bertemu orang-orang penting karena Anda diminta untuk menemui mereka di lokasi yang terlalu tinggi dari permukaan tanah? Jika begitu, itu menunjukkan sesuatu yang lebih serius dari sekadar “takut pada ketinggian”, seperti fobia atau gangguan kecemasan.
Jika Anda merasa tidak yakin berapa kali rasa takut Anda pada ketinggian telah mencegah Anda melakukan apa yang Anda ingin lakukan, duduklah dan buatlah daftar. Ingat-ingatlah saat Anda memutuskan untuk tidak melakukan apa yang perlu atau ingin dilakukan karena rasa takut Anda. Menulisnya pada kertas dapat memberi Anda bayangan yang lebih baik betapa seriusnya rasa takut Anda telah memengaruhi hidup Anda.
Pertimbangkan kemungkinan dampak yang benar-benar terjadi dari keadaan yang Anda takutkan. Berdasarkan definisinya, fobia adalah rasa takut “irasional” terhadap pengalaman yang tidak dianggap mengancam bagi sebagian besar orang. Namun jika rasa takut Anda terbilang kecil, perbandingan statistik dapat memberikan gambaran untuk Anda. Dalam sebagian besar keadaan, hal-hal yang biasanya memicu rasa takut pada ketinggian (misalnya gedung pencakar langit, pesawat terbang, dan juga roller coaster) dapat dikatakan sangat aman. Berbagai fasilitas tersebut dirancang secara spesifik agar sekokoh dan seaman mungkin. Akan terasa mudah untuk melupakan kecilnya kemungkinan bagi Anda untuk mengalami dampak sedikitpun dari kegiatan sehari-hari yang wajar seperti bepergian menggunakan pesawat atau bekerja di gedung yang tinggi. Contohnya, tergantung dari maskapainya, kemungkinan pesawat mengalami kecelakan yang fatal memiliki perbandingan sekitar 1 banding 20 juta.
Bandingkan dengan kemungkinan seorang warna AS tersambar petir, yang diperkirakan sekitar 1 banding 1 juta.
Lakukan relaksasi. Kegiatan relaksasi yang berfokus pada perwujudan spiritual, seperti yoga atau meditasi, bisa membantu Anda memengaruhi dampak rasa takut atau kecemasan bagi hidup Anda..[9] Ini dapat berupa hal sederhana sederhana seperti melatih pernapasan dalam sambil membayangkan keadaan yang Anda takuti. Atau dapat mencakup meluangkan waktu dengan mengikuti kelas yoga. Latihan-latihan ini dapat membantu menjadikan diri Anda sensitif terhadap emosi yang terhubung dengan proses fisiologis, seperti bernapas, detak jantung, dan berkeringat.
Lakukan relaksasi. Kegiatan relaksasi yang berfokus pada perwujudan spiritual, seperti yoga atau meditasi, bisa membantu Anda memengaruhi dampak rasa takut atau kecemasan bagi hidup Anda..[9] Ini dapat berupa hal sederhana sederhana seperti melatih pernapasan dalam sambil membayangkan keadaan yang Anda takuti. Atau dapat mencakup meluangkan waktu dengan mengikuti kelas yoga. Latihan-latihan ini dapat membantu menjadikan diri Anda sensitif terhadap emosi yang terhubung dengan proses fisiologis, seperti bernapas, detak jantung, dan berkeringat.
Melakukan latihan rutin, tidur yang banyak, serta mempertahankan pola makan yang sehat merupakan cara yang bagus untuk mengatur proses fisiologis yang terkait dengan fobia dan kecemasan. Mulailah dari hal kecil. Berjalan kaki secara rutin atau meminum lebih banyak smoothie buatan sendiri ketimbang memakan camilan yang menggemukan, dapat menempatkan Anda pada jalur yang benar.
Pertimbangkan menghilangkan kafein dari pola makan Anda. Konsumsi kafein bisa menjadi faktor penyebab kecemasan yang terkait dengan akrofobia. Membatasi atau menghindari kafein dapat membantu menghilangkan gejala tersebut. Sebagai tambahan, mengurangi kafein kemungkinan akan membuat Anda tidak terlalu tegang dan lebih tenang, yang dapat mempermudah Anda mengatasi rasa takut.
Paparkan diri Anda pada rasa takut secara bertahap. Cobalah untuk memaparkan diri Anda pada ketinggian secara perlahan dan terus meningkat. Contohnya, Anda mungkin ingin memulainya dari sekadar melihat-lihat balkon lantai kedua. Kemudian, Anda dapat mencoba mendaki bukit yang besar lalu melihat ke bawah dari jarak ketinggian yang Anda capai. Setelah merasa nyaman, teruslah paparkan diri Anda pada tingkat yang tinggi. Jika bisa, usahakan untuk selalu memiliki dukungan selama kegiatan ini, misalnya, dengan mengajak seorang teman. Anda harus merasa bangga dalam setiap pencapaian dan jangan kehilangan momentum. Dengan kesabaran, pada akhirnya Anda mungkin akan mendapati diri Anda melakukan lompat bungee untuk merayakan kekuatan baru Anda.
Memaksakan diri untuk melakukan hal yang Anda tahu akan membuat Anda gugup dapat terasa sangat sulit. Untuk memberi Anda sedikit "dorongan" tambahan, ciptakan keadaan yang akan membuat Anda merasa harus menghadapi rasa takut Anda. Contohnya, jika Anda berada pada suatu karnaval dan seorang teman ingin mengajak Anda menaiki suatu wahana yang menakutkan, katakan padanya Anda akan melakukannya lalu belilah tiketnya. Anda akan lebih mungkin melakukannya jika sudah merasakan sendiri pengalaman tersebut. Jangan lupa bahwa Anda bisa menggunakan teknik relaksasi untuk meredakan kegelisahan Anda. Fobia ketinggian atau Acrophobia
