Lapisan terluar ini
rentan akan penyakit. Waspada Eksim Pada Balita dan Bayi Banyak penyakit yang menimpa kulit, dimana salah satu
penyakit paling populer yaitu eksim. Eksim itu sendiri yaitu keadaan dimana
kulit mengalami peradangan hebat, kemudian akan membentuk gelembung kecil dan
melepuh. Selain itu, istilah eksim juga digunakan untuk menggambarkan
sekelompok kondisi dan menyebabkan perubahan pada kulit serta menyebabkan
adanya perubahan yang spesifik pada bagian permukaan kulit. Yang mana istilah
ini diambil dari Bahasa Yunani yang berarti 'mendidih'.
Selain orang dewasa,
anak-anak atau bayi pun rentan akan penyakit kulit. Penyakit eksim ini
diketahui sering menimpa anak-anak, baik balita maupun bayi.
Kulit balita dan bayi
masih memerlukan perawatan agar terhindar dari berbagai gangguan kulit. Pada
dasarnya lapisan kulit bayi masih tipis, selain itu ikatan di antara selnya pun
masih lemah, sehingga dengan begitu akan lebih mudah mengalami gangguan dan
terkena iritasi maupun infeksi. Eksim merupakan gangguan yang sering menimpa
balita atau bayi. Diketahui, ada beberapa eksim yang diderita oleh balita atau
bayi, yakni eksim popok, eksim susu (dermatitis atopik) dan dermatitis
seboroika.
1. Eksim Susu
(Dematitis Atopik)
Biasanya bagian tubuh
bayi yang sering terkena eksim susu yaitu pipi. Orang awam selama ini menyangka
bahwa eksim susu disebabkan oleh susu. Namun, sebenarnya eksim susu bukan
disebabkan oleh susu. Eksim susu sering dihubungkan terhadap kepekaan bayi atau
disebut dengan atopik, sehingga dengan begitu sering juga disebut dengan
dermatitis atopik.
Eksim susu itu sendiri
disebabkan karena faktor keturunan yang didukung oleh faktor-faktor lainnya
seperti makanan yang meliputi, telur, susu, dan daging. Debu, benda berbulu dan
keringatnya sendiri diduga menjadi faktor lainnya selain makanan.
Eksim susu yang
diderita bayi berusia 2 bulan biasanya akan sembuh dengan sendiri setelah bayi
tersebut berusia 2 tahun. Yang mana eksim yang terjadi di usia ini sering
disebut dengan bentuk bayi atau infatil. Eksim infatil itu sendiri bisa hilang
dan kambuh lagi dalam usia tertentu. Selain pipi, daerah lain yang bisa terkena
eksim susu yaitu tengkuk, lipat siku, dan lipat lutut.
Sedangkan untuk anak
berusia di atas 2 tahun, eksim disebut dengan bentuk anak. Yang mana kelainan
pada kulit akan mulai berubah. Jika pada bayi 2 bulan gejala eksim susu
membasah, maka lain halnya dengan eksim susu pada balita 2 tahun, dimana
gejalanya yaitu tidak lagi membasah, mulai menebal dan garisnya mulai nampak
dengan jelas. Warna kulit juga akan mengalami perubahan, biasanya kulit akan
berubah warna menjadi memutih karena kurangnya pigmen. Selain kulit menjadi
mengering, penderitanya pun akan mudah merasa gatal, terutama jika ia
berkeringat.
2. Eksim Popok
Cara yang paling
praktis dan efektif untuk menampung air seni pada si kecil yaitu dengan
menggunakan popok. Namun sayangnya,
kulit balita dan bayi masih tipis, sehingga dengan begitu kulitnya tidak siap
kontak dengan urin dan tinja dalam waktu yang cukup lama. Keadaan kulit yang
lembab pada bayi rentan terhadap gesekan yang akan terjadi, sehingga tidak
heran jika kulit bayi mudah mengalami iritasi, salain itu rentan akan
pertumbuhan jamur dan kuman.
Eksim popok adalah
peradangan yang terjadi pada kulit di
daerah yang tertutup popok seperti, bokong, lipatan paha, perut bagian bawah,
atau sekitar alat kelamin. Eksim popok juga biasanya menyerang balita atau bayi
yang menggunakan popok. Namun, anak yang paling banyak mengalami eksim popok
berusia 9 sampai 12 bulan.
Gejala yang muncul
yaitu terdapat kemerahan pada kulit. Apabila keadaan ini sudah berlangsung
dalam jangka waktu yang lama, maka akan timbul pula bintil-bintil merah,
bersisik, lecet, membasah dan bengkak, atau bahkan bisa ditumbuhi jamur.
Eksim popok ini terjadi
karena salahnya penggunaan popok pada bayi atau balita. Orang tua harus lebih
waspada apabila eksim popok tidak kunjung sembuh dalam waktu tiga hari, serta
muncul gejala lainnya seperti kulit berubah warna menjadi merah dan timbul bintik-bintik.
3. Dermatitis Seboroik
Eksim jenis ini
merupakan penyakit kulit yang biasanya
terjadi pada kulit kepala dan bagian tubuh lainnya yang berminyak,
seperti misalkan wajah, punggung, serta dada bagian atas. Sedangkan pada kulit
kepala, penyakit ini bisa menyebabkan kulit kepala berubah warna menjadi merah,
bersisik, dan berketombe.
Bayi baru lahir atau
bayi pada usia 2-10 minggu lebih rentan terkena penyakit yang satu ini. Namun,
pada umumnya penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya ketika bayi berusia 8
sampai 12 bulan. Penyakit ini sering
diawali dengan adanya kemerahan pada kulit kepala, yang mana biasanya disertai
dengan sisik. Sisik tersebut bisa saja berminyak dan berwarna kekunginan.
Apabila penyakit yang diderita ini berat, maka seluruh kulit kepala berambut
akan tertutupi oleh sisik serta kerompeng tebal dan berbau tidak sedap.
Perawatan
Eksim di Rumah
Apabila bayi atau
balita terkena eksim, maka orang tua sebaiknya harus lebih waspada. Ketika
muncul gejala atau tanda-tanda bahwa anak menderita eksim, maka segera mungkin
bawa ia ke dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Ketika itu,
dokter mungkin akan bertanya tentang riwayat kesehatan keluarga, terlebih lagi
yang memiliki hubungan dengan alergi serta hal yang berhubungan dengan
perlakuan dan makanan yang diberikan pada anak.
Apabila dokter menduga
bahwa eksim muncul disebabkan oleh makanan, maka alangkah lebih baiknya orang
tua lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang akan diberikan kepada sang
anak. Selain itu, stres emosional juga akan mempengaruhi kambuhnya penyakit
ini. Oleh sebab itu, kurangi stres yang terjadi pada anak.
Keringat mampu menambah
rasa gatal bagi ia yang menderita eksim. Oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya
jika anak-anak yang menderita eksim menggunakan pakaian yang longgar, menyerap
keringat dan tipis.
Anak penderita eksim
biasanya memiliki kulit yang sensitif. Ketika rasa gatal timbul, biasanya anak
memiliki keinginan untuk menggaruk. Meskipun bayi belum bisa menggaruk, tetapi
gesekan kulitnya dengan bantal atau benda lainnya akan semakin memperparah
kondisinya. Untuk mengatasinya, bantulah ia agar bisa merasa nyaman. Waspada Eksim Pada Balita dan Bayi
Untuk anak yang
menderita eksim popok, alangkah lebih baiknya apabila menggunakan popok yang
dapat menyerap air seni. Jika popok sudah basah, maka segera mungkin untuk
menggantinya dengan yang baru.
Biasanya penderita
eksim susu tidak akan merasa tahan dengan kelembaban atau perubahan susu. Mandi
dengan menggunakan air panas akan semakin menambah parah keadaan ini, serta
rasa gatal akan semakin menjadi-jadi, begitu pun dengan menggunakan air dingin.
Oleh sebab itu, akan lebih baik jika mandi dengan menggunakan air yang memiliki
suhu sama dengan suhu tubuh, serta jangan terlalu lama. Untuk mengeringkannya
bisa dengan cara menepuk-nepuk dengan menggunakan handuk halus.
Pada anak yang
menderita eksim susu biasanya kekebalan tubuhnya akan berkurang, sehingga
dengan begitu ia akan lebih mudah terserang oleh bakteri, virus atau jamur.
Karena seperti itu, hendaknya perhatikan kebersihan tubuh dan lingkungan anak. Waspada Eksim Pada Balita dan Bayi
Untuk anak yang
menderita eksim atau dermatitis seboroik, maka sebaiknya rambut dicukur atau
kepala digunduli. Untuk melepaskan kelupasan kulit kepala pada bayi sebaiknya
gunakan sisir yang lembut, sebelum dibersihkan dengan menggunakan sampo bayi.
Selain itu, juga bisa dilembabkan dengan menggunakan minyak alami.
Sebagai orang tua,
sebaiknya anda harus lebih waspada dan hati-hati. Jika timbul gejala-gejala
eksim, maka segeralah untuk membawa anak anda pergi ke dokter agar mendapatkan
penanganan yang tepat.
Semoga Bermanfaat.. Waspada Eksim Pada Balita dan Bayi
